Lingkungan Pengendapan————————————————————————————

“Buka matamu ditempat yang membuatmu menitikkan air mata. Disitulah hatimu berada dan disitu pula hartamu berada..”

(Sang Alkemis-Paulo Coelho)

*********

tempat aku bertemu dia dan cintanya….  hingga jatuh ke dasarnya…. perempuan itu tidak memilihmu hai lelaki malang…. alasannya cukup retoris meski sedikit bias “inilah skenario tuhan”…….uuggh!!! pedihnya….

teriak yang kencang galauersss!!!!!! YEAAAAAAAAAHHHHHHH!!!

—————————————————-

perlu ilustrasi sob?? nih ada dibawah… :D

—————————————————-

Lingkungan pengendapan adalah suatu daerah di permukaan litosfer, baik diatas maupun dibawah permukaan laut, yang dicirikan oleh serangkain ciri kimia, fisika dan biologi yang khusus (Raymond, 2002). Intinya lingkungan pengendapan adalah lingkungan (daerah) di permukaan bumi tempat diendapkannya sedimen. Disanalah proses sedimentasi terjadi. Karakteristik batuan sedimen yang terbentuk dari hasil proses sedimentasi (teksturnya dan strukturnya, serta komposisinya) merupakan data penting yang merekam (mencirikan) lingkungan pengendapannya. Kombinasi-kombinasi ini (karakter fisik dari batuan sedimen yang memiliki ciri khas baik secara fisik, kimia, biologi) dari batuan sedimen akan mebentuk fasies sedimen. Secara khusus untuk ciri tekstural dan struktural akan membentuk litofasies.

Maka inilah salah satu goal dari mempelajari batuan sedimen yaitu mensintesis berbagai informasi dari data produk sedimentasi yang ada (tekstural, struktural, pengelompokan fasies dan asosiasi fasiesnya) untuk mengetahui lingkungan pengendapannya. Menurut Boggs (2006) ciri-ciri ini (pada batuan sedimen yang mencirikan proses yang terjadi pada lingkungan pengendapan) termasuk: struktur dan teksutr (yang mencirikan proses pengendapan seprti aliran arus dan suspnesi jatuhnya butiran), asosiasi fasies, yang mengindikasikan perubahan kondisi lingkungan), dan fosil (yang berguna untuk indikator salinitas,temperatur, kedalaman air dan energi air dan trubditias di laut purba). Ciri ini berguna untuk merekonstruksi model fasies untuk semua lingkungan pengendapan secara umum.

Dibawah ini ada proses yang terjadi di lingkungan pengendapan dan hubugannya terhadap fasies sedimen produk dari proses tersebut.

proses sedimentasi dan produk teksural + struktural + fisika yang menyertainya

Lingkungan pengendapan di bumi secara garis besar dibagi tiga saja: darat (terestrial), transisi (marginal anatara darat dan laut), dan lingkungan laut. Dibawah ini ada skema pembagian lingkungan pengendapan secara sistematis menurut Boggs (2005).

dibawah ini sistematika pembagian lingkungan pengendapan menurut Raymond (2002). (sama-sama aja sih.. tapi lebih panjang dikit hehe).

lingkungan dan sublingkungan pengendapan (Raymond, 2002)

Kita akan bahas satu persatu lingkungan diatas, tapi sebelumnya perlu juga diketahui bahwa tiap lingkungan pengendapan secara garis besar diatas terbagi menjadi beberapa lingkungan yang khas yang akan kita bahas satu persatu, dan tiap lingkungan pengendapan umum ini terdiri juga dari lingkungan pengendapan yang spesifik (sublingkungan) di dalamnya yang membentuk asosiasi fasies (litofasies) satu sama lain.

LINGKUNGAN PENGENDAPAN TERESTRIAL

Lingkungan darat (terestrial atau kontinental) dibagi menjadi beberapa lingkungan pengendapan secara umum: fluvial (aluvial fan dan sungai), danau (lakustrin), gurun (sistem aeolian) dan glasial.

LINGKUNGAN TRANSISI

Daerah Lingkungan transisi termasuk di dalamnya coastal deltaic, estuarine-lagoonal, dan lingkungan litoral yang berdekatan.

Lingkungan ini berada pada transisi antara lingkungan continental dan marine. Pada lingkungan dekat dengan continent (darat) prosesnya didominasi oleh aktivitas fluvial, gelombang ombak, dan arus pasang surut (tidal). Kebanyakan lingkungan marginal marine ini memiliki karakteristik berupa lingkungan berenergi tinggi (untuk daerah pantai dan delta) karena gelombang (ombak) dan arus pasang yang bekerja terus menerus, tapi ada juga sub lingkungan marginal marine berenergi rendah seperti lagoon dan estuarine dengan kondisi air yang lebih tenang (karena merupakan laut tertutup nanti kita jelaskan lebih detail dipostingan berikutnya).

Lingkungan transisi kita bagi menjadi beberapa bagian: ada estuarin, lagoon, delta, pantai (beach island), dan daerah pasang surut (tidal flat).

Lingkungan ini penting karena endapan sedimen silisiklastik banyak terdapat disini karena suplai sedimen yang besar dari terrestrial pertama kali datang kesini sebelum menuju laut. Batuan sedimen yang ada disini juga cemacem: ada evaporit, karbonat, dan silisiklastik (konglomerat, batupasir, shale, dan breksi).

LINGKUNGAN LAUT (marine environment)

Well, diskusi sebelumnya kita sudah ngobrol-ngobrol banyak tentang ini. Lingkungan pengendapan marine sejatinya kita bagi secara garis besar dua bagian yaitu yang berada di paparan (shelf) dan di lantai laut dalam. Sejatinya pembagian ini berdasarkan sifat lantai laut yang mengisinya (bukan hanya oleh parameter  kedalaman/batimetri) shelf ini lantainya adalah bagian dari kontinen, sementara laut dalam (setelah trench) adalah oseanik. Makanya shelf ini seringkali disebut continental shelf.

Shelf sendiri dibagi bagi lagi berdsarkan sifat gelombang laut yang bekerja di dalamnya ada inner, middle, outer shelf dan lain sebagainya. Adapun bagian akhir dari shelf (transisi dari shelf dan lantai laut dalam) ada continental slope disana, dimana kemiringan shelf mendadak berubah lebih curam biasanya mencirikan zona subduksi (adanya palung atau trench pada batas aktif lempeng). Pada lantai laut dalam dimulai dari trench terjadi kenaikan (sedikit) dari kerak kontinen merupakan zona fisiografis continental rise.. menerus hingga ke dasar laut dalam yang lebih landai yang sudah masuk ke dalam lantai abyssal (abyssal plain) sampai ke zona pemekaran samudra.

this is the graphical illustration for explanation above.. ;)

Bagaimana proses sedimentasi dan jenis produknya pada lingkungan-lingkungan tersebut? Tungu postingan berikutnya.. :D

—————————————————-

Barangkali demikian postingan singkat seadanya ini semoga mencerahkan.. ditunggu caci makinya.. :D

Heolohi heolohi heolohi…….yyy.

postingan jadi vakum karena mudik, puasa, lebaran, dan tidak ada koneksi internet di kampung :D :D :D —— minal ‘aidzin walfa’idzin.. semoga amal ibadah puasa kita sempurna maupun tidak diterima disisiNYA……..mohon maaf lahir dan batin….

About these ads

About seni mencintai batuan apa adanya

our most late but not the last.... I'm just an ordinary geologist with many many.. surely many many foolish questions in his head.... (banyak sekali hasil karya orang saya 'culik' baik dalam negri maupun luar negri :mrgreen: so please..... cantumin juga sumber penulis 'isengnya' di blog ini, kalau isinya mau 'diculik' sama pembaca... tapi siapa gue? :?: arrrrgggh.. lupakanlah.. :cry: ) ~seorang otodidak payah... payaaaaahhhh.. sekali :'( :'(
This entry was posted in Sedimen. Bookmark the permalink.

5 Responses to Lingkungan Pengendapan————————————————————————————

  1. gigi says:

    akang teteh, hehe mo nanya nih, btw aku masih newbie di geologi..
    kok di skemanya samboggs, deltaic masuk ke continental ya?
    makasiii

  2. gigi says:

    eh ngga jadi deh kang, tampaknya saya salah baca spasi enter bukunya.. hoho.. maap yak

  3. mia says:

    heii.. boleh minta detailnya referensi raymond 2002 ga?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s